“Waktu
itu modal awal saya Rp 50 ribu. Saya beli limbah kulit 2 kg seharga Rp 20 ribu.
Sisanya yang Rp 30 ribu saya pergunakan untuk membeli lem dan perlengkapan
produksi lainnya,” Kulit yang dibeli adalah kulit limbah dengan potongan kecil,
maka Rusdi harus memutar otak agar kulit tersebut tetap bisa dijadikan
kerajinan dengan jumlah yang banyak. Akhirnya dia memutuskan membuat tempat
ponsel. Dari 2 kg limbah kulit tersebut, dia berhasil membuat 70 tempat ponsel.
Bermodal
keterampilan yang dia dapat dari teman-temannya para pengrajin kulit, dia
membuat tempat ponsel yang unik dan tidak ada di pasaran yaitu membuat tempat
ponsel dengan jahitan kulit, bukan jahitan benang. Ketika dibawa ke kampus,
ternyata banyak teman-temannya yang menyukai produk buatan tangan Rusdi. Rusdi
menjual per buah tempat ponsel tersebut seharga Rp 50 ribu. Hebatnya semua
barang dagangannya laku.
Memulai
bisnis dengan modal cekak, hanya Rp 50 ribu ketika membangun brand D’Russa,
namun kini omzet bisnisnya hingga Rp 250 juta/bulan. Kisah Sukses Rusdi Raisa D
RussaDari modal Rp 50 ribu tersebut dia mendapatkan keuntungan lebih dari Rp 2
juta. Dari situ Rusdi mengembangkan usahanya ke produk yang lebih mahal untuk
mencari keuntungan lebih besar. Dia kemudian mengganti produksi tempat ponsel
menjadi jaket kulit dengan harga jual Rp 650 ribu per jaket.
Usahanya
makin bertumbuh dengan usaha jaket ini. Suatu hari di tengah produksi jaket,
ada seorang pemesan yang ingin membuat tas di tempatnya. Setelah pesanan
pertama tersebut, ternyata banyak orang menyukai model tas D’Russa karya
tangannya. Pesanan tas pun mengalir mengalahkan produksi jaket. Sejak 2009
Rusdi memutuskan untuk fokus pada produksi tas. Ia bisa lebih banyak
mengeksplorasi model tas dibanding dengan model jaket.
Nama
D’Russa merupakan kependekan dari namanya sendiri yaitu Rusdi Raisa. Kata awal
nama depannya dan kata akhir nama belakangnya jika digabung menjadi Russa. Agar
terlihat keren ditambah D’ di depannya. Dari situlah nama D’Russa kemudian
menjadi brand yang berhasil dikembangkan oleh Rusdi.
Saat
ini Rusdi memiliki 23 karyawan dan separuhnya (12 orang) adalah tenaga
produksi. Dengan jumlah karyawan tersebut Rusdi bisa memproduksi sekitar 250
tas, 500 dompet dan 50 sepatu dalam sebulan. Produk tas dijual dengan kisaran
harga Rp 650 ribu-Rp 4 juta, sepatu Rp 650 ribu-Rp 2,5 juta dan dompet Rp 250
ribu-Rp 650 ribu. Setiap bulannya Rusdi bisa meraup omzet kurang lebih Rp 250
juta.
Apa
yang diraih Rusdi adalah sebuah proses panjang dari usaha yang dibangun dengan
modal sangat terbatas. Tentu tak hanya berisi kisah manis ketika membangunnya. Rusdi
mengaku belajar banyak dari setiap kesalahan sehingga dia bisa membesarkan
usahanya seperti sekarang. Saat ini D’Russa sudah memiliki 1 toko-kantor di
Bandung, dua buah toko di Jakarta dan sebuah bengkel di Garut.
“Mimpi
saya nanti bisa membuka toko di Bali dan kemudian Australia,” kata Rusdi. Salah
satu cerita pahit untuk mencapai titik ini adalah bagaimana mengukur kemampuan
diri. Pernah Rusdi mendapat order pembuatan tas dari sebuah bank daerah. Dia
pun langsung menyanggupi, meski waktu itu jumlah pesanan cukup banyak dan waktu
terbatas.
Ternyata
waktu yang ditentukan tidak mencukupi untuk menyelesaikan jumlah pesanan
tersebut. Akhirnya produksi D’Russa tidak lolos kontrol kualitas dan pihak bank
hanya mau membayar 30% dari jumlah yang seharusnya dibayar. “Waktu itu saya
rugi lumayan besar dan harus jual motor untuk menutupi ongkos produksi,” kata
Rusdi.
Dari
kasus tersebut Rusdi lebih berhati-hati dalam menyanggupi pesanan konsumen.
Bila memang dia tidak mampu mengerjakan pesanan tersebut maka dia akan
menolaknya. Salah satu proyek yang ditolak oleh Rusdi adalah pesanan 22 ribu
tas dari Jepang, meskipun jumlahnya menggiurkan. Dia berpikir bengkel
produksinya yang semua dilakukan secara handmade tak akan mampu menyelesaikan
pesanan tersebut dalam waktu yang ditentukan.
Dari
pengalaman pahit tersebut Rusdi sekarang menjalankan usahnya dengan lebih
tenang. Tak mau memaksakan diri meskipun laba yang bakal didapat terlihat
menggiurkan. Semua harus kembali kepada kemampuan perusahaan dan staf yang
mendukungnya. Dari interaksi dengan pelanggan juga Rusdi terus meningkatkan
layanan. Salah satunya tentu saja perbaikan kualitas produk. Dengan produk yang
semakin baik, D’Russa berani memberikan garansi dengan rentang masa 1-5 tahun.

0 komentar