Maxmanroe
| Tips Mengembangkan Startup Dari CTO
Amazon Werner Volger - Sebelum memiliki sebuah
perusahaan bisnis yang besar dan mumpuni, tentu yang harus dikerjakan pada
awalnya adalah mendirikan dan mengembangkan #startup. Tidak mungkin sebuah
perusahaan besar berdiri secara tiba-tiba begitu saja, pasti ada sebuah proses
pengembangan startup sebelumnya. Begitu penting bagaimana Anda membuat sebuah
dasar yang kokoh pada startup yang Anda bangun untuk kepentingan perkembangan
perusahaan di masa yang akan datang.
Salah satu tantangan terbesar dalam pendirian startup seperti
yang kita ketahui adalah masalah dana. Menurut CTO Amazon Werner Vogels, di
sini Anda pengembang harus memiliki peran ganda selain sebagai seorang arsitek
#keuangan Anda juga harus mampu mengatur efektifitas dan efisiensi dana Anda.
Secara detail, Werner Vogels menyebutkan ada empat pilar penting yang harus dipersiapkan
oleh pengembang startup dalam prosesnya membangun sebuah bisnis secara efektif
serta efisien.
1. Mematangkan Visi Startup
Ini harus Anda lakukan, tidak bisa tidak, sebagai sebuah bisnis
yang baru mulai, Anda harus memiliki visi yang jelas dan terarah. Terlebih
untuk membawa startup Anda ke dalam persaingan bisnis ke depan, sebuah visi
yang jelas dan matang akan meningkatkan daya saing startup Anda.
Anda sebagai pengembang harus memiliki proyeksi ke depan akan
seperti apa posisi startup Anda di masa yang akan datang. Semakin baik apabila
perusahaan rintisan Anda mampu menjawab masalah yang ada di masyarakat dan bisa
menjadi sebuah solusi baru bagi masyarakat modern seperti saat ini.
2. Persiapkan Model Bisnis
Startup Anda
Setelah memiliki visi yang matang, maka selanjutnya adalah
bagaimana Anda menentukan model bisnis yang ingin Anda geluti. Sejak awal mula
startup Anda bangun, Anda harus sudah menentukan model bisnis untuk startup
Anda.
Apakah ingin Anda kembangkan menjadi sebuah bisnis dan usaha
yang “sustainable” atau menjadi sebuah usaha “raksasa”. Sustainable maksudnya
adalah mendirikan dan mengembangkan sebuah startup sedikit demi sedikit untuk
menjaga dan memelihara stabilitasnya, dengan tujuan utama menjaga
keberlangsungan hidup perusahaan itu sendiri.
Sedangkan usaha raksasa adalah sebuah startup yang bertujuan
untuk mendapatkan pendanaan dari investor besar kelas kakap. Dan tentu saja ini
akan berpotensi untuk mendominasi pasar dengan diiringi perkembangan yang
progressif. Di Indonesia sendiri, menurut Vogels rata-rata startup di Indonesia
adalah memilih model bisnis yang sustainable. Ini adalah sebuah langkah yang
sangat bagus untuk membentuk sebuah ekosistem startup yang memadai.
3. Mengeksekusi Ide Startup
Setelah kedua persiapan di atas dirasa sudah matang, maka
selanjutnya adalah bagaimana Anda melakukan eksekusi. Anda sebagai pengembang
harus mampu berpikir panjang dan lebih detail. Karena eksekusi akan bersentuhan
langsung dengan kemasan produk ke pada target pasar yang ditargetkan.
“Jika formulanya sudah ketemu, pengambilan keputusan setelahnya
dan seterusnya bisa dilakukan dengan lebih cepat karena acuannya sudah ada,”
demikian jelas dia.
Perlu Anda ketahui bahwa dalam mengeksekusi ide startup Anda,
ini tidak akan semudah membalikkan telapak tangan. Pasti Anda akan menemukan
berbagai masalah yang kadang tidak Anda prediksikan sebelumnya. Namun jangan
khawatir, masalah-masalah tersebut jika Anda mampu menemukan sebuah solusi, itu
akan menjadi sebuah langkah besar dan akan membuat startup Anda semakin
berkembang.
4. Memilih Orang yang Tepat
Untuk Mengembangkan Startup
Tahap selanjutnya adalah Anda harus memilih orang-orang yang
memiliki talenta dan bersedia ikut dalam mengembangkan startup. Tidak bisa Anda
mengerjakannya sendiri, ini terlalu berat bagi Anda. Vogels mempercayai bahwa
setiap perusahaan yang sukses pasti memiliki tim kerja yang hebat. Untuk itu,
Anda harus mempu memilih orang yang tepat dan perlu memikirkannya dengan
matang.
Vogels menyatakan, bahwa jika
keempat point di atas bisa dilakukan secara sungguh-sungguh oleh pendiri dan
pengembang startup, maka resiko kegagalan bisa diminimalisir sekecil mungkin.
Namun demikian, tentu ada banyak faktor yang menyebabkan kegagalan dalam
membangun startup meski sudah dipersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal.

0 komentar