Bisnis
| Beberapa Tanda Bahwa Anda Bergaul Dengan Teman Palsu - Pernahkah Anda membayangkan bahwa tak semua teman yang
ada di sekeliling Anda benar-benar baik? Bahkan, beberapa di antaranya memiliki
banyak muka agar dapat diterima dalam jaringan pertemanan. Berikut tanda bahwa
Anda berteman dengan teman palsu.
Mereka Hanya Datang Untuk Manfaat Mereka
Bila
Anda memiliki teman yang tak bisa menghabiskan banyak momen bersama, lebih
tepatnya hanya saat dia bisa mengambil manfaat, itu adalah salah satu tandanya.
Mereka ada hanya bila kesempatan itu menguntungkannya. Mungkin, saat Anda
senang, mereka datang untuk turut menikmati kesenangan itu. Tapi mereka pergi
saat Anda bersedih karena tak ingin turut merasakan kesedihan yang Anda
rasakan. Mereka memang menjadikan sibuk sebagai alasannya. Apalah artinya sibuk
untuk seorang teman yang penting bagi Anda. Anda berhak berteman dengan mereka
yang tahu bagaimana menghargai sebuah pertemanan.
Terjadi Juga Kepada Orang Lain
Teman
palsu mudah dilihat bila Anda mengamatinya. Anda akan menyadarinya saat melihat
pola yang sama kepada orang lain. Pastinya ada manfaat khusus mengapa akhirnya
Anda jadi dekat. Dia memilih Anda hanya karena Anda bermanfaat baginya tanpa
peduli bagaimana bisa bersikap baik kepada orang lain. Mungkin dia dekat dengan
Anda karena menyukai saudara Anda. Semua bisa saja terjadi. Tanpa bersikap
pamrih, Anda berhak mendapat orang-orang baik di sekeliling Anda.
Mereka Pendengar Yang Buruk
Teman
palsu tak akan peduli terhadap masalah yang menimpa Anda. Mereka hanya ingin
Anda mendengar kehidupannya. Pernahkah Anda merasa memiliki banyak teman tapi
Anda tak merasa mereka benar-benar ada? Beberapa kali Anda bercerita soal
kesulitan Anda, mereka tak memberikan respons seperti layaknya teman. Alhasil,
Anda tetap merasa kesepian meski mereka selalu melabeli diri sebagai
teman-teman Anda. Saat berbagi cerita, memberi saran atau solusi bukanlah yang
utama. Cukup didengar dan mendapat dukungan sudah menjadi jawaban yang
memuaskan bagi teman yang merasa sedih atau bingung.
Menjadikan Masalah Anda sebagai Bahan Lawakan
Tak
adanya perhatian dan kepedulian dari seorang teman memungkinkannya melakukan
hal lain yang lebih menyakitkan. Cerita kesedihan Anda bukan menjadi kesedihan
juga baginya. Bukan karena dia tak merasakannya, tapi karena dia tak menghargai
Anda. Dia bahkan membuat lawakan dari masalah Anda. Mengajak siapapun yang
mendengarnya turut menertawai. Apakah itu hal yang baik bagi seorang teman?
Teman yang baik pastinya mengetahui bagaimana bersikap. Terutama, terkait hal
yang berhubungan dengan temannya.
Tak Menghargai Perasaan Dan Pendapat
Teman
yang baik akan memperhitungkan perasaan dan pendapat temannya. Pasalnya, teman
yang baik akan mempedulikan temannya. Teman palsu kerap kali menempatkan
dirinya di pusat perhatian tanpa peduli situasinya. Oleh karena itu, menghargai
perasaan dan pendapat Anda bukanlah urusan yang penting baginya.
Tak Senang Bila Anda Bahagia
Pertemanan
sejati berarti Anda turut senang dengan hal baik yang terjadi pada teman Anda.
Teman palsu tak demikian. Dia tak akan mengucapkan selamat atas pencapaian yang
Anda dapatkan. Baginya, dialah yang menjadi pusat perhatian dan bukan Anda,
meskipun kalian dekat. Bukannya menginginkan pengakuan dari orang lain. Tapi
Anda yang telah berbuat baik pantas pula mendapat kebaikan. Bila teman Anda ini
masih ada di lingkaran pertemanan Anda, tak akan rugi untuk menyenyahkannya.
Ada Sinyal Berbeda
Bersyukurnya,
kita semua diciptakan dengan perasaan. Hal-hal yang tak bisa diterima logika
bisa tersaring. Perasaan akan menangkap sinyal-sinyal bagaimana keburukannya
meracuni sikap baik Anda. Jangan biarkan itu bertahan lama. Sebelum Anda
menjadikan perasaan ini sebagai kesimpulan, baiknya Anda pastikan terlebih
dahulu. Bila perasaan ini berkata sesuai dengan bukti yang ada, Anda bisa
membuat kesimpulan yang tepat.

0 komentar